BUKU TAMU
ISI BUKU TAMU
Main Menu
Home
Visi & Misi Gubernur
ViSi & Misi Dinkes
Forum Diskusi
Info Jamkesmas
Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Prov.Kaltim
Forum Diskusi Kesehatan
BANK DATA
BANK DATA KESEHATAN
INDIKATOR KESEHATAN DALAM PETA
LINK RS
RSUD AW.Syahranie Smd
RS Atma Husada Mahakam Smd
RSUD Malinau
LINK WEBSITE
LINK KAB./KOTA
LINK KESEHATAN
LINK UPTD
AKPER PROV. KALTIM
Berita Daerah
Berita Kutai Kartanegara
Berita Balikpapan
Berita Berau
Berita Samarinda
Berita Bontang
Berita Kutai Barat
Berita Nunukan
Berita Malinau
Berita Paser
Berita Bulungan
Berita Penajam Paser Utara
Berita Tarakan
Berita Kutai Timur
LINK INTRANET
INTRANET DINKESKALTIM
Events Calendar
« < September 2010 > »
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
Login Form





Kata Sandi hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Related Items
DOCman Category
Sabtu, 11 September 2010
Home

10 AGENDA PRIORITAS PEMBANGUNAN KALTIM  == 1. Atasi pengangguran, karena di Kaltim jumlah angkatan kerja, dengan jumlah lapangan pekerjaan masih belum seimbang. ==  2. Pembangunan infrastruktur perekonomian, terutama jalan, jembatan dan pelabuhan. Jalan trans Kalimantan perlu segera dituntaskan. Begitu pula pembangunan jalan kabupaten/kota. == 3. Pelaksanaan komitmen untuk mengalokasikan biaya pendidikan sebesar 20 persen (di luar gaji dan kesejahteraan guru), pencanangan wajib belajar 12 tahun serta pendidikan gratis.   == 4 . Penanganan banjir yang melanda Kota Samarinda, Balikpapan, dan kota-kota lainnya, terutama sepanjang Daerah Aliran Sungai Mahakam. ==  5. Pemberdayaan ekonomi rakyat semakin ditingkatkan, terutama memperhatikan pada sektor riil, sektor informal dan UKM. Begitu pula perlunya mengurangi keterbatasan akses permodalan.  == 6. Peningkatan daya beli masyarakat dan peningkatan kesejahteraan PNS / TNI dan Polri. == 7. Penyelesaian krisis energi, mengurangi ketimpangan antara ketersediaan tenaga listrik dengan kebutuhan tenaga listrik. == 8. Kemandirian/kecukupan pangan dalam rangka ketahanan pangan.   == 9. Pembangunan kawasan wilayah perbatasan, kawasan pedalaman dan daerah terpencil. Satu hal yang perlu terobosan khusus, mengingat tingkat kemajuan yang dicapai pada saat ini relatif lambat. == 10. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dengan memperbaiki iklim investasi.           
Posyandu Memberikan Kontribusi Besar dalam Pencapaian Cakupan Imunisasi
Ditulis Oleh admin   
Jumat, 08 Januari 2010
eberadaan Posyandu sangat mendukung dan mempunyai kontribusi yang besar dalam pencapaian tujuan pembangunan nasional. Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam upaya preventif dan promotif, keberadaan Posyandu juga memberikan kontribusi yang besar dalam pencapaian cakupan imunisasi.

Hasil Riskesdas 20007 menunjukkan bahwa Posyandu merupakan sarana yang digunakan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan imunisasi. Keberhasilan pelaksanaan imunisasi diukur dengan pencapaian Universal Child Immunization (UCI) Desa/Kelurahan, yang sampai saat ini baru mencapai 68,2% dan target untuk tahun 2014 adalah 100% Desa/Kelurahan. Upaya untuk pencapaiannya adalah melalui Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional-UCI (GAIN-UCI) yang salah satunya adalah melalui Posyandu.

Hal itu disampaikan Menkes RI dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH.Dr.PH saat melakukan kunjungan kerja ke Posyandu Matahari I Rw 08 Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, Jum’at, 8 Januari 2010. Turut serta dalam kunjungan kerja Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ny. Linda Agum Gumelar, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta Ny. Tatiek Fauzi Bowo.

Pada kesempatan tersebut, Menkes menyerahkan bantuan 1 ton makanan pendamping ASI (MP ASI) untuk Kota Jakarta Utara secara simbolis diberikan kepada 2 anak bawah dua tahun penderita gizi kurang, 10 unit pengolahan air minum rumah tangga untuk 4 Posyandu dan 6 Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Sekolah Dasar, Hygiene kit / PHBS (berupa sabun, odol, sikat gigi) sebanyak 200 paket untuk mendukung kegiatan UKS, 3 set peralatan pendidikan Hygienis sanitasi sekolah serta satu set Posyandu kit (berupa inkubator, stetoskop, dan timbangan berat badan).

Menkes mengatakan Posyandu sebagai fokus pemberdayaan di masyarakat telah berkembang dengan pesat, baik dari segi kegiatan maupun sasarannya. Kegiatan posyandu awalnya fokus pada ibu hamil sampai anak usia 5 tahun untuk kepentingan generasi yang akan datang. Seiring meningkatnya usia harapan hidup (UHH) masyarakat Indonesia, maka perlu diperhatikan pula kesehatan generasi tua dengan harapan para lanjut usia dapat hidup sehat dan produktif.

Menurut Menkes, kegiatan preventif dan promotif tersebut melibatkan sasaran sekolah-sekolah melalui kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat baik bagi anak didik, guru maupun lingkungan sekolah. Jadi tidak hanya pelatihan dokter kecil, tetapi juga menjaga lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, perilaku hidup bersih dan sehat siswa, guru maupun pengurus sekolah.

Pada kesempatan tersebut, Menkes juga menjelaskan masalah kasus Demam Berdarah yang perlu diwaspadai, mengingat saat ini sudah memasuki musim hujan. Berdasarkan data Riskesdas 2007, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan hampir ke seluruh Provinsi di Indonesia bahkan ditemukan di daerah yang sebelumnya tidak ditemukan kasus dan bukan daerah endemis DBD.

Saat ini masyarakat sudah mulai sadar dan waspada tentang bahaya DBD, serta sadar pentingnya melakukan kegiatan pencegahan. Beberapa tahun terakhir, masyarakat bergerak aktif untuk melakukan pencegahan yang dilaksanakan secara rutin melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), ujar Menkes.

Hari ini bertepatan dengan Hari Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), DKI Jakarta dan beberapa daerah, PSN dilakukan secara serentak oleh seluruh masyarakat dan Juru Pemantau Jentik melalui Gerakan Jum’at Bersih.

Diakhir sambutannya, Menkes menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Gubernur DKI Jakarta, Tim Penggerak PKK baik Provinsi maupun Kota sampai ke tingkat Kecamatan dan Kelurahan/Desa, khususnya kepada para kader Posyandu, Tim Pembina UKS serta semua pihak yang telah mendukung dan berperan aktif dalam pembangunan kesehatan, sehingga upaya promotif dan preventif untuk menciptakan agar balita dan generasi penerus Indonesia menjadi tumbuh sehat dan cerdas serta masyarakat mandiri dapat terwujud.

Menkes berharap semoga Posyandu, UKS maupun gerakan PSN dapat terus menjadi pencerminan pemberdayaan masyarakat untuk mampu mandiri hidup sehat, kepedulian terhadap sesama, ketegaran perempuan dalam berjuang untuk hidup sehat dan menjadi salah satu wahana menyehatkan bangsa.

Sumber : www.depkes.go.id

 

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
STATISTIK PENGUNJUNG
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini283
mod_vvisit_counterKemarin303
mod_vvisit_counterMinggu Ini1299
mod_vvisit_counterBulan Ini2392
mod_vvisit_counterKeseluruhan271751
Aplikasi Online
Sistim Informasi Bencana
SIPNAP
SIM Jamkesmas (baru)
SPM ONLINE
Pelayanan Informasi Obat
Pedoman
Buku Konsil Kedokteran Indonesia
Pedoman Pengobatan Dasar
Pedoman TB
Daftar Obat Esensial Nasional
JUKNIS DAK 2009
Pharmaceutical Care
Manual P2M
RISKESDAS 2007 KALTIM
RISKESDAS 2007 Nasional
SKN 2009 (New)
RPJPK 2005-2025
Peraturan Bid. Kesehatan
Permenkes 741 (SPM)
Permenkes 512 (Praktek)
Permenkes 267
Materi Pertemuan
Materi Pertemuan
Info Kesehatan
Info Kesehatan
Sekilas Informasi
10 PRINSIF TATA PEMERINTAHAN YANG BAIK                            1. PARTISIPASI  MENDORONG SETIAP WARGA UNTUK MEMPERGUNAKAN HAK DALAM MENYAMPAIKAN PENDAPAT DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN, YANG MENYANGKUT KEPENTINGAN MASYARAKAT BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG.  2. PENEGAKKAN HUKUM MEWUJUDKAN ADANYA PENEGAKKAN HUKUM YANG ADIL BAGI SEMUA PIHAK TANPA PENGECUALIAN, MENJUNJUNG TINGGI HAM DAN MEMPERHATIKAN NILAI - NILAI YANG HIDUP DALAM MASAYARAKAT 3. TRANSPARANSI MENCIPTAKAN KEPERCAYAAN TIMBAL BALIK ANTARA PEMERINTAH DAN MASYARAKAT MELALUI PENYEDL4AN INFORMASI DAN MENJAMIN KEMUDAHAN DI DALAM MEMPEROLEH INFORMASI YANG AKURAT DAN MEMADAI 4. KESETARAAN MEMBERI PELUANG YANG SAMA BAGI SETIAP ANGGOTA MASYARAKAT UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAANNYA 5. DAYA TANGKAP MENINGKATKAN KEPEKAAN PARA PENYELENGGARA PEMERINTAH TERHADAP ASPIRASI MASYARAKAT TANPA TERKECUALI 6. WAWASAN KE DEPAN MEMBANGUN DAERAH BERDASARKAN VISI DAN STRATEGI YANG JELAS DAN MENGIKUTSERTAKAN WARGA DALAM SELURUH PROSES PEMBANGUNAN, SEHINGGA WARGA MERASA MEMILIKI DAN IKUT BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP KEMAJUAN DAERAHNYA 7. AKUNTABILITAS MENINGKATKAN AKUNTABILITAS PARA PENGAMBIL KEPUTUSAN DALAM SEGALA BIDANG YANG MENYANGKUT KEPENTINGAN MASYARAKAT 8. PENGAWASAN MENINGKATKAN DAYA PENGAWASAN TERHADAP PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAN PEMBANGUNAN DENGAN MENGUSAHAKAN KETERLIBATAN SWASTA DAN MASYARAKAT LUAS 9. EFISIANSI DAN EFEKTIFITAS MENJAMIN TERSELENGGARANYA PELAYANAN KEPADA MASYARAKAT DENGAN MENGGUNAKAN SUMBER DAYA YANG TERSEDIA SECARA OPTIMAL DAN BERTANGGUNGJAWAB 10. PROFESIONALISME MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN MORAL PENYELENGGARA PEMERINTAHAN AGAR MAMPU MEMBERI PELAYANAN YANG MUDAH, CEPAT, TEPAT DENGAN BIAYA YANG TERJANGKAU




GALERI PHOTO
KONTAK PEMBACA
Nama:

Pesan:

Polls
Bagaimana Tampilan Website Ini
 
Siapa Yang Online
Saat ini ada 4 tamu online
: Home :: Visi & Misi Gubernur :: ViSi & Misi Dinkes :: Forum Diskusi :: Info Jamkesmas :: Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Prov.Kaltim :: Forum Diskusi Kesehatan :
Advertisement